Sunday, 9 September 2012

Makna Berbuat Baik

Orang yang haus dan lapar akan kebenaran bukan hanya berusaha mendengar kotbah sebanyak mungkin, mengikuti seminar-seminar dan aktif dalam berbagai kegiatan rohani. Haus dan lapar akan kebenaran juga merupakan keinginan untuk memiliki sikap hidup dan perilaku yang benar-benar tidak bercela. Untuk itu harus belajar dari hal-hal yang sederhana yang dialami setiap hari. Hal-hal sederhana sebenarnya bukanlah hal yang bernilai kecil atau biasa dianggap murahan. Hal-hal yang terjadi dalam kehidupan setiap saat adalah fasilitas proses belajar yang sangat menentukan kualitas hidup ini. Dari hal-hal yang sederhana tersebut kita membangun kualitas moral yang baik. Tentu harus membangun kualitas moral yang baik di mata manusia terlebih dahulu kemudian meningkat memiliki kualitas moral yang baik di mata Tuhan.

Ciri dari kualitas moral yang baik di mata manusia adalah menjadi pribadi yang tidak melukai siapapun. Dari hal ini manusia batiniah yang cemerlang seperti Tuhan Yesus dibentuk dari waktu ke waktu. Hal ini menjadi tidak menarik bagi mereka yang merasa bahwa keselamatan bukan karena perbuatan baik. Dengan kualitas moral yang mereka miliki, mereka merasa sudah sah sebagai anak-anak Allah yang diperkenan masuk Kerajaan Sorga. Banyak orang yang konsep keselamatannya demikian, memandang rendah orang yang berusaha memiliki moral yang baik. Mereka diejek oleh orang-orang Kristen tersebut dengan ejekan bahwa perbuatan baik tidak menyelamatkan. Orang-orang Kristen picik ini tidak memperhatikan Firman Tuhan, bahwa semua orang akan dihakimi menurut perbuatannya. Harus diperhatikan, bagaimana Paulus berusaha hidup berkenan kepada Allah (2 Kor. 5:9-10; 4:16). Apakah ini berarti Paulus tidak konsisten dengan ucapannya, bahwa manusia diselamatkan bukan karena perbuatan baik? Kalau perbuatan baik tidak memiliki peran, mengapa Paulus berusaha untuk berkenan kepada-Nya?

Usaha seperti yang dilakukan oleh Paulus ini sudah jarang dilakukan oleh banyak orang Kristen hari ini. Mereka merasa sudah aman dengan statusnya sebagai orang Kristen dan merasa bahwa status itu juga membuat ia secara otomatis menjadi anak Tuhan. Orang-orang Kristen yang memiliki konsep yang salah ini memang tidak menjadi orang jahat, mereka juga belajar memiliki moral yang baik, tetapi tidak berusaha untuk mencapai level kesempurnaan manusia batiniah seperti yang dikehendaki oleh Allah. Mereka cenderung merasa puas dengan moral baik yang dimiliki. Hal ini dapat dilihat dalam kehidupan orang yang sudah lama menjadi Kristen karena tradisi.

Ciri dari kualitas moral yang baik adalah menjadi pribadi yang tidak melukai siapapun.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment