Thursday, 30 August 2012

Matthew 11:28-30

You have spent too much time fussing and fuming over issues that you have no control over. You have expended unnecessary time and energy with no results. Only when you truly let go and trust Me will these issues be resolved. Come into My rest and let Me bring comfort to your soul and resolution to your concerns, says the Lord.

Matthew 11:28-30 "Come to Me, all you who labor and are heavy laden, and I will give you rest. Take My yoke upon you and learn from Me, for I am gentle and lowly in heart, and you will find rest for your souls. For My yoke is easy and My burden is light."

Orang Saleh Diluar Umat Pilihan

Adalah tidak jujur kalau kita tidak mengakui bahwa dalam kehidupan orang non Kristen tidak ada “orang-orang saleh” yang memiliki kualitas yang luar biasa dibanding dengan manusia kebanyakan. Tentu pengertian saleh di sini tidak boleh diukur dengan kesalehan standar sempurna bagi umat Perjanjian Baru. Bila kita mengamati kesalehan Ayub, maka kita menemukan kesalehan orang non Yahudi dan juga non Kristen yang luar biasa. Menurut analisa para pakar Perjanjian Lama, Ayub hidup pada jaman sebelum Abraham, ia bukan termasuk orang Yahudi umat pilihan Allah. Tentu masih banyak lagi orang-orang yang memiliki kesalehan seperti mereka. Demikian juga Yitro, mertua Musa. Ia orang Midian yang mengenal Allah Israel. Ia memuji Tuhan dan mempersembahkan korban bagi Allah Israel (Kel. 18:9-10;12).

Ditemukan situs kuno bahwa pada jaman kaisar pertama Cina, orang-orang Cina menyembah Shang Ti dan membuat korban bakaran. Mengapa ada orang non Yahudi dan bukan orang Kristen bisa mengenal Allah, bahkan disebut imam? Sebab Tuhan yang menulis torat-Nya di hati mereka (Rm. 2:12-15). Mereka menjadi orang-orang yang berprestasi moral yang baik menurut kitab yang mereka miliki, yang akan menjadi tolok ukur penghakiman bagi mereka (Why. 20:12). Penghakiman di Matius 25:31-46, diselenggarakan tidak berdasarkan iman, tetapi berdasarkan perbuatan. Tentu ini berlaku bagi mereka yang tidak pernah mendengar Injil. Dalam hal ini, ditemukan orang-orang yang memiliki kasih kepada sesama dalam standar masing-masing, sesuai dengan hukum yang tertulis dalam “kitab-kitab itu” (Why. 20:12).

Suatu hari nanti ada banyak orang yang tidak pernah menjadi bangsa Israel dan bukan orang Kristen dan tidak pernah di “cap” sebagai orang saleh menurut kacamata orang Yahudi dan orang Kristen, tetapi memasuki kehidupan yang akan datang. Merekalah orang-orang yang melalui penghakiman akan diperkenan masuk sebagai masyarakat dalam dunia yang akan datang di langit baru dan bumi yang baru. Tidak mungkin Tuhan menulis torat-Nya di dalam hati manusia hanya sekedar untuk pajangan dan tidak berdampak bagi manusia. Siapa berani menyatakan bahwa Ayub masuk neraka? Penghakiman yang dialami orang-orang yang dihakimi tentu memberi peluang seseorang diperkenan Tuhan atau tidak (Rm. 2:6-11). Kalau penghakiman hanya untuk menunjukkan kesalahan atau untuk menjatuhkan hukuman, maka tidak perlu ada penghakiman. Namun perlu dicatat di sini bahwa penghakiman ini bisa berlangsung kalau ada penumpahan darah Yesus (Kis. 4:12). Kalau tidak ada salib, maka semua orang secara otomatis binasa.

Tidak mungkin Allah memberikan Firman-Nya jika bukan untuk kebaikan umat-Nya.

Wednesday, 29 August 2012

James 1:5

Watch out for the temptation to take control where you have no responsibility or authority. Situations will arise that are startling and have the potential of throwing you into a tailspin, but you must not react with plans of your own to find solutions or to change things so that you will be more comfortable. You must settle in your heart the fact that things will happen that are beyond your ability to fix. That is when you can ask Me to give wisdom and direction beyond your finite understanding, says the Lord. Trust Me!

James 1:5 If any of you lacks wisdom, let him ask of God, who gives to all liberally and without reproach, and it will be given to him.

Penghakiman Berdasarkan Perbuatan

Kalau bagi umat Israel dosa berarti pelanggaran terhadap torat lalu bagaimana dengan orang non Yahudi yang tidak memiliki Torat tertulis dalam kitab. Untuk menjawab persoalan ini Paulus mengemukakan kebenaran dalam Roma 2:12-16. Bagi orang non Israel, dosa berarti pelanggaran terhadap hukum yang tertulis di hati. Dalam teks tersebut disinggung oleh Paulus bahwa orang yang tidak memiliki torat yang tertulis di kitab memiliki torat di dalam hati mereka. Dalam hal ini Tuhan yang akan menghakimi seseorang berdasarkan pengertian tentang hukum (tindakan kasih)

yang dimiliki masing-masing individu. Penghakiman Tuhan ini sangat rahasia kepada masing-masing individu. Hati nurani mereka akan menjadi saksi (Rm. 3:15). Hati nurani dan teks aslinya adalah suneidesis (συνείδησις). Kata suneidesis gabungan dari dua kata, sun dan eido. Sun berarti bersama dan eido artinya tahu, jadi suneidesis berarti bersama ikut tahu. Bagaimana pun hati nurani akan ikut terlibat dalam memberi kesaksian atas keadaan setiap individu. Sekecil apapun suara itu dalam hati nurani. Dalam hal ini setiap orang memiliki kesadaran nurani apakah dirinya melakukan suatu kesalahan atau tidak. Dengan demikian kita tidak mudah menjatuhkan vonis bahwa orang yang hidup di luar bangsa pilihan Allah pasti masuk neraka atau tidak diperkenan masuk kehidupan yang akan datang.

Dalam Alkitab kita menemukan pernyataan yang diulang-ulang bahwa manusia akan dihakimi menurut perbuatannya. Dalam hal ini jelas bahwa perbuatan baik seseorang itu penting, sebab menjadi ukuran penghakiman (Why. 20:12; Mat. 25:34-43). Penghakiman berdasarkan perbuatan ini juga berlaku bagi orang yang hidup pada jaman anugerah, yaitu atas mereka yang tidak atau belum mendengar Injil. Juga bagi mereka yang tidak mendengar Injil secara benar. Sebab mendengar Injil yang salah sama dengan tidak mendengar Injil. Tuhan menghakimi berdasarkan

perbuatan. Penghakiman ini adalah penghakiman untuk menentukan seberapa mereka

pantas untuk masuk dunia yang akan datang. Kata penghakiman untuk ini lebih sering digunakan kata krisis (κρίσις). Apakah mereka yang dihakimi menurut perbuatan bisa masuk Sorga? Menjawab pertanyaan ini seharusnya memahami dulu apa Sorga itu. Secara cepat bisa dijawab, bisa saja mereka masuk dunia yang akan datang (kalau tidak boleh disebut Sorga), tetapi mereka bukan sebagai anggota Kerajaan yang memerintah bersama dengan Kristus, tetapi hanya menjadi anggota masyarakat saja. Dalam hal ini harus bisa dibedakan antara dimuliakan bersama dengan Kristus dengan hanya masuk dunia yang akan datang.

Apa yang kita lakukan selama kita hidup akan dijadikan ukuran untuk hari penghakiman.

Tuesday, 28 August 2012

Penghakiman Bagi Orang Israel

Penghakiman adalah pokok masalah penting yang harus dipersoalkan dengan serius, sebab setiap insan pasti menghadapi realitas ini. Tetapi sayang sekali, sangat sedikit penjelasan mengenai hal ini, sehingga banyak orang Kristen yang bingung mengenai pokok masalah tersebut. Alkitab tidak banyak berbicara bertalian dengan hal ini, atau hanya beberapa teks yang menyinggungnya, itu pun tidak terlalu jelas sehingga bisa menimbulkan berbagai interprestasi. Untuk memahami soal penghakiman, kita harus mengetahui mengenai apa yang dimaksud dengan dosa menurut atau bagi masing-masing komunitas. Berangkat dari pemahaman mengenai dosa maka kita memahami mengenai penghakiman. Pertama, kita akan melihat apa dan bagaimana penghakiman bagi orang Israel. Untuk ini harus melihat apakah dosa menurut atau bagi orang Israel. Bagi bangsa Israel, pada prinsipnya dosa berarti ketidaktaatan terhadap torat yang tertulis di atas kitab. Torat memuat tiga komponen besar yaitu sepuluh perintah Allah (Dekalog), undang–undang sipil (misipatym) dan undang-undang ibadah (chuqqim).

Pelanggaran terhadap torat berarti suatu “kesesatan”, yaitu bahwa mereka telah memilih jalannya sendiri (Yes. 53:6). Kata kesesatan ini dalam teks aslinya adalah taah(הָעָתּ) yang juga berarti “astray” (salah jalan). Dalam Roma 2:23 dijelaskan bahwa orang-orang Israel telah melanggar hukum Torat. Kata melanggar dalam teks aslinya digunakan kata parabasis (παράβασις). Hukum

Torat telah ditetapkan untuk dipatuhi dan mengatur kehidupan bangsa Israel dalam segala aspeknya. Torat di sini sebagai tolak ukur pengaturan Tuhan atas umat pilihannya. Berkenaan

Dengan ini Paulus memakai kata “parabasis” bahwa dosa adalah gerakan membelok dari jalan yang lurus. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan transgression. Dalam hal ini sikap mereka terhadap torat sebagai ukuran keberdosaannya. Suatu hari nanti mereka akan dihakimi menurut torat yang tertulis tersebut. Kalau dipersoalkan apakah di antara bangsa Israel, ada yang masuk dunia yang akan datang atau sorga? Tentu saja. Sebab mereka memiliki solusi dalam menyelesaikan masalah dosa. Solusi itu adalah darah domba. Darah domba adalah voucher dari darah Yesus. Itulah sebabnya ketika Tuhan menyelesaikan tugas penyelamatan dengan baik, Ia turun ke Kerajaan maut untuk membebaskan tawanan-tawanan, sebagian mereka adalah orang-orang Israel (Ef. 4: 6-10; 1 Ptr. 4:6).

Pengorbanan Kristus sebagai Anak Domba Allah, menyelamatkan kita dari dosa.

Monday, 27 August 2012

1 Corinthians 3:13

Do what I have given you to do with a pure heart and excellent spirit. Whatever you have set your will to do, do for the enhancement and enrichment of My kingdom on the earth. It falls to each one to build up and not tear down, to be an encouragement to the members of My body, says the Lord. You are to be a help and not a hindrance to the work of the Spirit. Be strong and of good courage, and do the work.

1 Corinthians 3:13 each one’s work will become clear; for the Day will declare it, because it will be revealed by fire; and the fire will test each one’s work, of what sort it is.

Dibangkitkan Bersama Kristus

Sekarang Tuhan Yesus telah memenangi peperangan melawan Lusifer yang jatuh. Sorga telah terbeli oleh darah pengorbanan-Nya. Hanya Tuhan Yesus lah yang dapat mengusir Lusifer yang jatuh dari Sorga dan Ia memproklamirkan diri sebagai “Bintang Timur yang gilang-gemilang” (Why. 22:16). Tuhan Yesus naik ke Sorga mempersembahkan kemenangan itu kepada Allah Bapa sebagai corpus delicti, fakta yang membuktikan bahwa Iblis telah bersalah. Demikian pula orang percaya harus juga mempersembahkan kemenangan sebagai “corpus delicti” kepada Allah Bapa. Kemenangan itu adalah ketaatan dan penurutan-Nya terhadap kehendak Allah. Perjuangan ini bagian dari penderitaan bersama-sama dengan Kristus. Rupanya penderitaan inilah yang dimaksud oleh Petrus (1 Ptr. 5:8-9). Orang yang tidak mengalami perjuangan ini adalah mereka yang sedang tertawan.

Dibangkitkan bersama Kristus artinya, kita dibawa kepada suatu pengharapan kehidupan yang akan datang, yang oleh karenanya Tuhan Yesus telah meninggalkan tahta kemuliaan-Nya demi memperebutkannya. Pengertian yang benar terhadap karya Tuhan Yesus ini sangat menentukan penghayatan kita terhadap nilai korban Tuhan Yesus yang tiada tara. Hal ini akan mendorong kita memberi penghargaan yang pantas terhadap hal keimanan atau nilai-nilai rohani. Juga memotivasi untuk mengasihi dan menghormati Tuhan dengan benar. Itulah sebabnya bagi orang-orang yang memahami hal ini dapat menerima nasihat agar “mencari perkara-perkara yang di atas, memikirkan perkara-perkara yang di atas” (Kol. 3:2). Di atas memang bisa berarti hal-hal yang akan datang, tetapi juga berarti yang memiliki nilai jauh di atas semua yang ada sekarang, maka ditegaskan dengan kalimat “bukan yang di bumi”. Nasihat Kolose 3:1-4 adalah nasihat untuk mereka yang bersedia tidak menjadikan bumi ini tempat wisata.

Perkara yang di atas adalah di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Apa artinya? Yaitu kemuliaan bersama dengan Tuhan atau pemerintahan di Kerajaan Sorga nanti. Harganya sangat mahal yaitu segenap hidup kita. Tidak banyak orang Kristen yang benar-benar memilikinya, sebab yang memiliki hanya mereka yang menderita bersama-sama dengan Tuhan Yesus (Rm. 8:17). Menderita bersama-sama dengan Tuhan Yesus, bukan hanya kemiskinan, penderitaan fisik dan hinaan yang Ia harus pikul, tetapi ketika ia harus kehilangan segala kesenangan dan taat kepada kehendak Bapa. Hal ini bisa terselenggara, ketika seseorang rela telah mati dan hidupnya tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Kebangkitan Kristus membuat kita layak untuk menghampiri hadirat-Nya.