Thursday, 28 June 2012

Romans 8:5

People who have rejected you in the past are up once again for review. Take this time to release them completely, and do not allow those old, negative emotions or condemnation to resurface. Let bygones be bygones, and then move on. In this season you must be free from all bondage in order to take advantage of the next wave of My Spirit, for it is indeed coming in like the tide. All you have to do to experience this moving of the Spirit is to be ready to receive, says the Lord.

Romans 8:5 For those who live according to the flesh set their minds on the things of the flesh, but those who live according to the Spirit, the things of the Spirit.

Ciri-Ciri Seteru Kristus

Dalam tulisannya di Filipi 3:19-21, Firman Tuhan menunjukkan ciri-ciri orang yang menjadi seteru salib Kristus. Bagaimanapun ada cirinya, sama ­seperti seorang anak-anak yang tidak menghargai jerih payah orang tuanya. ­Mereka ­tidak belajar rajin, sembarangan bergaul, tidak berprestasi, nakal dan lain ­sebagainya. Ciri dari orang yang menjadi seteru salib Kristus adalah, tuhan mereka ialah perut mereka, artinya perhatian utamanya tertuju kepada pemuasan daging. ­Inilah yang dimaksud oleh surat 1 Yohanes 2:16, sebagai keinginan daging. Kemuliaan ­mereka ialah aib mereka, maksud kalimat ini adalah hal-hal yang mestinya harus ­dipandang rendah dan memalukan masih tetap dilakukan dan dinikmati. Pikiran mereka ­semata-mata tertuju kepada perkara duniawi, maksudnya orang-orang yang ­memberi penghargaan lebih kepada barang dunia fana atau materi. Inilah orang-orang yang ­terjebak dalam belenggu keinginan mata dan keangkuhan hidup (1Yoh. 2:16). Pada dasarnya mereka yang menjadi seteru salib Kristus adalah mereka yang tidak menghargai nilai-nilai rohani atau berkat-berkat rohani dan ­menggantikan ­dengan penghargaannya kepada pemenuhan kebutuhan jasmani atau materi.

Ciri yang lain adalah mereka tidak menyadari dan menghayati ­bahwa ­kewargaan mereka adalah di dalam sorga. Dari situ juga menantikan Tuhan ­Yesus ­Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh mereka yang hina, ­sehingga ­serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat ­menaklukkan ­segala sesuatu kepada diri-Nya. Dalam hal ini betapa pentingnya ­untuk tetap terus ­menghayati dan menyadari bahwa kita sebagai orang percaya yang telah menjadi umat pilihan Allah telah terhisap bukan berasal dari dunia ini. Dalam tulisannya di Filipi 3:17-21, Paulus juga mengingatkan bahwa kita adalah warga ­sorga. Ini sama ­dengan pernyataan Tuhan Yesus bahwa kita bukan berasal dari ­dunia ini (Yoh. 17:16). Orang yang masih berstatus sebagai seteru salib Kristus ­tidak menyadari dan ­tidak ­menghayati status ini, sebab atmosfir berpikirnya ­masih dalam atmosfir ­dunia. ­Mereka adalah orang-orang kristen duniawi yang tidak ­pernah menjadi ­warga Kerajaan ­Sorga yang baik. Ironisnya mereka sudah merasa sebagai umat pilihan ­Allah yang akan diterima di kemah abadi. Padahal mereka tidak sungguh-­sungguh mendahulukan Kerajaan Allah di keseharian hidupnya. Jadi kalau Anda masih memiliki ciri seteru salib Kristus, maka hendaknya Anda segera bertobat dan mau diubahkan oleh Tuhan. Kesempatan ini barangkali tidak terulang lagi.

Mendahulukan kepentingan Kerajaan Allah, menjauhkan kita menjadi seteru salib Kristus.

Tuesday, 26 June 2012

Romans 4:20

Refuse to allow disappointment or discouragement to undermine your faith. You must keep your faith strong if you are to receive what I have promised, says the Lord. Unbelief is your enemy.

Romans 4:20
He did not waver at the promise of God through unbelief, but was strengthened in faith, giving glory to God

Sunday, 24 June 2012

2 Thessalonians 3:3

My child do not look at the circumstances as man sees, but look at the circumstances through eyes of faith. My Word is true and you can depend on every Biblical promise. Although the enemy would try to intimidate you in this hour, know that My power is far greater than his, if I am for You no one can be against you. I will protect you, provide for you and my presence is with You to assure you of my faithfulness to see you through your current challenge.

“But the Lord is faithful, who will establish you and guard you from the evil one.” 2 Thessalonians 3:3 NKJV

Saturday, 23 June 2012

Ecclesiastes 10:10

Decisions Under Pressure

The pressure of people's desires is like a blaring horn that drowns out the gentle whisper of discernment. Refuse to make decisions under pressure! This is a seducing tactic of the enemy to force you out of Kingdom Flow by using guilt as a weapon. Recognize your responsibility to discern. Take the time necessary to quiet the noisy distractions and emotional manipulations. You will then be able to discern the insightful knowledge the Holy Spirit is revealing to your spirit. By this perfect counsel, you will go forth successfully and avoid painful pitfalls. Your personal refusal to pressure others is requisite for freedom to flow in discernment.

Ecclesiastes 10:10 If the ax is dull, and one does not sharpen the edge, then he must use more strength; but wisdom brings success.

Kaya Dalam Tuhan

Kita harus percaya bahwa semua yang kita lakukan memiliki dampak kekal. Bagi orang lain maupun bagi kita. Inilah cara mengumpulkan harta di sorga, harta abadi kita sendiri dan orang lain. Dengan cara demikian kita memperkaya diri kita di Kerajaan Allah Bapa dan memperkaya orang lain. Inilah yang ­dimaksud ­Firman ­Tuhan bahwa Tuhan  Yesus yang kaya menjadi miskin supaya kita yang miskin ­menjadi kaya (2 Kor. 8:9). Penderitaan-Nya memperkaya kita. Demikian pula kasih dan pengorbanan kita bagi orang lain memperkaya mereka. ­Memperkaya mereka untuk memperoleh bagian dalam Kerajaan Allah. Kemiskinan yang ­dialami oleh ­Tuhan Yesus bukanlah kemiskinan harta saja tetapi seluruh ­kemuliaan Ia ­tanggalkan. Hanya dengan cara demikian Ia bisa memberikan kemuliaan bagi kita. Kalau ­meneliti 2 Korintus dari ayat 1-7, pokok pembicaraan bukan pada ­masalah kekayaan jasmani. Bahkan jemaat Korintus dikatakan miskin dalam harta ­tetapi kaya dalam kemurahan. Kekayaan yang dimaksud adalah kaya dalam segala ­sesuatu, dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan ­untuk membantu, dan dalam kasih dan kaya dalam pelayanan kasih ini (2 Kor. 8:7), ­Jenis kekayaan ini adalah kekayaan yang membawa seseorang kepada kemuliaan di dalam ­Kerajaan-Nya. Jadi, adalah sangat keliru kalau kekayaan yang dimaksud di sini adalah harta dunia atau materi.

Kalau kekayaan di teks ini dipahami sebagai kekayaan duniawi maka ­keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus tidak akan pernah dialami. Fokus ­mereka menjadi meleset. Seharusnya dengan menerima keselamatan dalam Tuhan ­Yesus ­Kristus dan bertumbuh dalam keselamatan, mereka menjadi kaya dalam ­segala ­sesuatu, dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam ­kesungguhan ­untuk membantu, dan dalam kasih dan  kaya dalam pelayanan ­kasih. Kekristenan yang benar akan menggiring seseorang kepada kekayaan ini. Sangat disayangkan kalau ­seseorang memiliki keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus tetapi ternyata tidak ­memiliki kekayaan ini. Ada sesuatu yang salah dalam hidup ­kekristenannya. ­Kesalahan itu terletak pada pemahaman mereka mengenai keka­yaan yang salah, ­sehingga tidak ada usaha untuk berjuang untuk meraih berkat rohani yang ­tersedia dalam karya keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus. Biasanya mereka ­memandang keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus sebagai sarana untuk memperoleh ­pemulihan bagi pemenuhan kebutuhan jasmani semata-mata. Dengan hal ini Injil telah didevaluasi atau merosot nilainya

Keselamatan di dalam Yesus Kristus, lebih berharga dari harta di dunia ini.

Friday, 22 June 2012

Strong Shoulder

Kita harus menerima bahwa proyek penyelamatan atas setiap orang di sekitar kita dipercayakan Tuhan kepada kita. Tentu tidak semua orang dipercayakan kepada kita, tetapi kita harus mempertimbangkan kemungkinan bahwa orang yang kita temukan dalam hidup kita setiap hari adalah proyek Tuhan yang menjadi ­bagian kita. Di antara mereka adalah orang-orang yang menurut kita harus kita buang atau tidak pantas ada di sekitar kita karena merugikan, melukai atau kita pandang ­jahat dan membahayakan. Kalau seseorang dipercayakan kepada kita untuk kita ­selamat, maka kita harus setia menyelamatkannya, seberat apapun beban itu. ­Kalau Tuhan bisa mempercayakan proyek kecil kepada kita dan bisa ditunaikan dengan baik, maka Allah akan mempercayakan proyek yang lebih besar. Dalam hal ini kita harus belajar bertanggung jawab dari hal kecil. Daud tidak akan bisa dipercayai ­mengalahkan ­Goliat dan menjadi raja atas Israel raya, kalau tidak setia ­menggembalakan domba dan berani mempertaruhkan nyawanya untuk seekor dombanya. Rupanya Daud ­sudah berlatih bertarung dengan singa dan beruang, sebelum bertarung dengan Goliat. Dalam hal ini Daud bukan orang yang menjadi besar mendadak. Dia adalah anak panah yang dipertajam Tuhan melalui peristiwa kehidupan setiap hari, yang pada waktunya akan dilepaskan oleh Tuhan bagi kemuliaan-Nya.

Tuhan mencari orang-orang yang memiliki “strong shoulder” (bahu kuat) ­untuk bisa memikul salib yaitu keselamatan jiwa-jiwa yang dipercayakan ­Tuhan ­kepadanya. Ini sama dengan salib yang dipikul oleh Tuhan Yesus. Salib yang ­dipikul oleh Tuhan Yesus terdapat keselamatan semua jiwa manusia yang hidup di dunia ini. Ia ­memikul semua dosa dunia. Adalah kehormatan kalau Tuhan memberikan salib kepada kita masing-masing untuk kita pikul. Salib itu adalah penderitaan yang kita alami demi keselamatan orang lain, ini sama dengan bahwa salib adalah kantong yang memuat jiwa-jiwa yang akan dipindahkan ke Kerajaan Sorga. Bagi mereka yang tidak memiliki belas kasihan Tuhan, salib adalah siksaan, tetapi bagi mereka yang belajar memiliki belas kasihan Tuhan, salib adalah keindahan hidup dan ­kenikmatan yang mengandung kehormatan tiada tara. Bagi yang ­bersedia, ­hendaknya berani mohon kesempatan untuk mengambil bagian penderitaan ­Tuhan. Tuhan ­memberikan kita karunia bukan saja untuk percaya tetapi juga untuk ­menderita bagi Dia (Flp. 1:29). Kalau seseorang benar-benar memperoleh karunia untuk percaya, maka ia juga pasti mengenakan karunia menderita bagi Tuhan.

Setia dengan perkara yang kecil, maka Allah akan memberikan perkara yang besar.