Sepertiyang dapat ditangkap, dalam merayakan Natal banyak orang Kristen
mempertaruhkan begitu banyak dana untuk hal-hal yang tidak membawa iman
kita kepada kesempurnaan. Dana yang sebenarnya dapat digunakan untuk
menolong orang miskin, mendukung penginjilan yang dampaknya memiliki
gema panjang bahkan sampai keabadian, ternyata hanya digunakan untuk hal
yang tidak berarti banyak. Seharusnya dana yang begitu besar yang
dipertaruhkan untuk dana Natal dapat digunakan untuk menyelamatkan
jiwa-jiwa, dan memindahkannya ke dalam kerajaan sorga. Ini bukan berarti
kita tidak perlu mendukung dana untuk perayaan Natal. Kita harus
mendukung perayaan Natal, asal sungguh-sungguh kegiatan tersebut
mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan. Tetapi kalau Natal dirayakan
tanpa motif dan tujuan yang benar, maka sebaiknya Natal tidak
diselenggarakan. Perlu dicatat di sini bahwa tidak ada perintah untuk
menjadikan Natal sebagai hari raya. Justru Alkitab tidak menunjukkan
adanya hari raya yang harus dirayakan. Hari raya orang percaya adalah
parousia nanti (kedatangan Tuhan Yesus) yaitu Natal ke-dua.
Merayakan
Natal harus dengan sikap yang bijaksana. Natal bukan arena pamer atau
kompetisi antar gereja yaitu untuk menunjukkan gerejanya adalah gereja
yang merayakan Natal paling megah, pohon terangnya paling tinggi, paduan
suaranya paling bagus, pestanya paling meriah dan lain-lain. Dalam
gereja lokal, bukan ajang kompetisi antar jemaat (siapa yang
penampilannya paling menarik). Mari kita merayakan Natal dengan
mengedepankan pesan Tuhan yang disampaikan melalui puji-pujian, drama,
oratorium, konser dan lain sebagainya. Hendaknya pengisian acara bukan
untuk “show”. Sehingga bukan Tuhan yang dimuliakan, tetapi pribadi
mereka yang “tampil” di acara Natal tersebut. Mari kita merayakan Natal
dengan mengumandangkan kasih Allah dan visinya yaitu keselamatan jiwa
manusia dan pendewasaannya guna mempersiapkan orang percaya masuk
kerajaan Bapa.Sebab Tuhan Yesus akan datang bukan lagi sebagai bayi
kecil, tetapi sebagai Raja di atas segala raja. Merayakan Natal secara
bijaksana membuahkan kedewasaan rohani. Natal harus dipimpin Roh Kudus,
bukan dipimpin panitia Natal dengan hikmat duniawinya. Kiranya Roh Kudus
menuntun hamba-hamba-Nya tetap dijalur kehendak Tuhan. Dengan pesan ini
diharapkan tetap ada pada koridor atau jalur yang benar dalam mengiring
Tuhan. Dengan pesan ini diharapkan pula roh kita tetap menyala-nyala
dengan kobaran api dari perbaraan atau sumber api yang benar. Bukan api
asing atau semangat asing yang bukan dari Roh Kudus.
Bagi orang percaya hari raya yang pasti dan wajib dirayakan adalah kedatangan Tuhan Yesus yang kedua nanti.